Indonesia memiliki sumber daya pertanian yang sangat besar. Namun tantangan pangan ke depan bukan hanya mengenai ketersediaan lahan dan jumlah produksi.
Perubahan iklim, keterbatasan lahan produktif, kebutuhan peningkatan produktivitas, regenerasi pelaku pertanian, teknologi budidaya, pengolahan hasil, limbah pertanian hingga perubahan pola konsumsi membutuhkan pendekatan baru.
Di sisi lain, generasi muda Indonesia tumbuh bersama teknologi digital, AI, Internet of Things, entrepreneurship, dan berbagai inovasi baru.
Potensi inilah yang perlu dipertemukan.
Kompetisi ini membawa semangat:
Karena ketahanan dan swasembada pangan membutuhkan inovasi di mana pun pangan dapat diproduksi — baik di desa maupun di tengah kota.
HOW CAN YOUR INNOVATION CONTRIBUTE TO INDONESIA’S FOOD SECURITY & SELF-SUFFICIENCY?
Peserta diminta mengidentifikasi **problem nyata** dalam ekosistem agro dan pangan, kemudian menawarkan inovasi yang mempunyai kemungkinan untuk diterapkan.
Inovasi tidak harus berupa alat atau mesin.
Inovasi dapat berupa:
PRODUCT • TECHNOLOGY • SYSTEM • PROCESS • APPLICATION • BUSINESS MODEL • NEW METHOD
Hal terpenting adalah:
WHAT PROBLEM DO YOU SOLVE?
dan
WHAT VALUE DOES YOUR INNOVATION CREATE?
Peserta dapat mengembangkan inovasi dalam satu atau kombinasi beberapa bidang berikut:
01 — URBAN FARMING
Solusi produksi pangan di kawasan perkotaan, rooftop farming, vertical farming, community farming, serta pemanfaatan ruang terbatas.
02 — HYDROPONIC DEVELOPMENT
Pengembangan sistem hidroponik yang semakin produktif, efisien, ekonomis, dan mudah diaplikasikan.
03 — SMART FARMING
Sensor, automation, precision farming, drone, monitoring tanaman, serta teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
04 — ORGANIC FERTILIZER
Pupuk organik, biofertilizer, soil improvement, pemanfaatan mikroorganisme, dan inovasi peningkatan kesehatan tanah.
05 — MODERN AGRICULTURE
Modernisasi budidaya, varietas, mekanisasi, greenhouse, irrigation system, water management, serta teknologi pertanian modern.
06 — AGRI-IoT & DIGITAL TECH
IoT, Artificial Intelligence, data analytics, aplikasi digital, traceability, platform pertanian, hingga digital marketplace.
07 — POST-HARVEST
Teknologi penyimpanan, drying, grading, packaging, cold chain dan solusi mengurangi kehilangan hasil pertanian.
08 — FOOD PROCESSING
Inovasi pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
09 — AGRO DOWNSTREAMING
Hilirisasi komoditas agro menjadi produk baru, bahan industri, ingredient, biomaterial, maupun produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
10 — WASTE-TO-VALUE
Mengubah limbah dan residu pertanian menjadi pupuk, energi, pakan, material maupun produk baru yang mempunyai nilai ekonomi.
Kompetisi diarahkan bagi generasi muda Indonesia, antara lain:
Pelajar • Mahasiswa • Young Innovator • Young Researcher • Young Entrepreneur • Startup Team • Komunitas Pemuda
Peserta dapat mengikuti kompetisi secara individu maupun tim sesuai ketentuan teknis penyelenggara.
Peserta memilih satu permasalahan nyata.
Kemudian menyusun solusi dengan alur:
PROBLEM
Apa persoalan agro/pangan yang ingin diselesaikan?
↓
IDEA
Apa gagasan yang ditawarkan?
↓
INNOVATION
Apa yang membuat solusi tersebut berbeda atau lebih baik?
↓
TECHNOLOGY / METHOD
Bagaimana solusi tersebut bekerja?
↓
IMPLEMENTATION
Bagaimana inovasi dapat diterapkan di dunia nyata?
↓
VALUE CREATION
Apa manfaat ekonomi, sosial, produktivitas atau lingkungannya?
↓
IMPACT
Bagaimana kontribusinya terhadap ketahanan dan swasembada pangan Indonesia?
Setiap peserta diharapkan mampu menjawab:
1. WHAT IS THE PROBLEM?
Masalah apa yang ingin diselesaikan?
2. WHY DOES IT MATTER?
Mengapa masalah tersebut penting?
3. WHAT IS YOUR INNOVATION?
Apa inovasi yang ditawarkan?
4. HOW DOES IT WORK?
Bagaimana teknologi, metode atau sistem tersebut bekerja?
5. WHO WILL USE IT?
Siapa pengguna atau penerima manfaatnya?
6. CAN IT BE IMPLEMENTED?
Apakah realistis untuk diterapkan?
7. WHAT VALUE DOES IT CREATE?
Apa nilai tambah yang dihasilkan?
8. CAN IT BECOME A BUSINESS?
Apakah dapat dikembangkan menjadi produk atau bisnis berkelanjutan?
9. CAN IT BE SCALED UP?
Apakah dapat diterapkan dalam skala lebih luas?
10. HOW DOES IT SUPPORT FOOD SECURITY?
Apa kontribusinya terhadap ketahanan atau swasembada pangan Indonesia?
Peserta dapat mengajukan:
IDEA / CONCEPT
atau
PROTOTYPE / EXISTING INNOVATION
Karya tidak harus sudah menjadi produk komersial.
Namun peserta harus dapat menjelaskan dengan masuk akal bagaimana gagasan tersebut dapat bergerak dari:
IDEA → INNOVATION → IMPLEMENTATION → BUSINESS → IMPACT
Peserta yang lolos tahap seleksi akan melakukan presentasi pada:
Saturday, 7 November 2026
ICE BSD City
at INDOGRITECH 2026
Presentasi diarahkan singkat, tajam, visual, dan mudah dipahami.
Materi utama meliputi:
Detail durasi presentasi dan tanya jawab akan diinformasikan dalam Technical Meeting.
Penilaian mempertimbangkan:
PROBLEM RELEVANCE
Seberapa penting persoalan yang diselesaikan.
INNOVATION
Kebaruan atau keunggulan pendekatan.
TECHNOLOGY / SOLUTION
Kekuatan teknologi, metode atau solusi.
FEASIBILITY
Kemungkinan implementasi.
VALUE CREATION
Nilai ekonomi, produktivitas, sosial dan/atau lingkungan.
BUSINESS POTENTIAL
Kemungkinan dikembangkan menjadi kegiatan usaha.
SCALABILITY
Potensi diterapkan lebih luas.
FOOD SECURITY IMPACT
Kontribusi terhadap ketahanan dan swasembada pangan Indonesia.
Peserta dan inovasi terbaik akan memperoleh recognition sesuai kategori yang ditetapkan penyelenggara.
Namun tujuan kompetisi tidak berhenti pada penghargaan.
Inovasi potensial diharapkan dapat dikembangkan menuju:
MENTORING
↓
TECHNOLOGY DEVELOPMENT
↓
BUSINESS PLAN
↓
INDUSTRY / INVESTOR MATCHING
↓
PILOT PROJECT
↓
COMMERCIALIZATION
Dengan demikian kompetisi dapat menjadi pintu awal untuk mempertemukan YOUTH + RESEARCH + TECHNOLOGY + INDUSTRY + MARKET
Indonesia membutuhkan generasi baru yang melihat agro bukan sebagai sektor masa lalu.
Agro adalah ruang masa depan bagi:
TEKNOLOGI.
INOVASI.
ENTREPRENEURSHIP.
INDUSTRI.
DAN PELUANG BISNIS BARU.
Urban farming dapat menghasilkan pangan dari tengah kota.
Hydroponics dapat meningkatkan produktivitas ruang terbatas.
IoT dan AI dapat membantu pertanian menjadi lebih presisi.
Pupuk organik dapat membangun kembali kesehatan tanah.
Post-harvest technology dapat mengurangi kehilangan hasil.
Food processing dan downstreaming dapat meningkatkan nilai komoditas.
Dan limbah pertanian dapat berubah menjadi sumber nilai ekonomi baru.
Karena Pangan Indonesia Butuh Generasi Baru.