Transisi energi Indonesia menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar.
Pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, efisiensi energi, penyimpanan energi hingga pemanfaatan limbah membutuhkan tidak hanya investasi dan teknologi, tetapi juga lahirnya IDE, GAGASAN dan CARA BERPIKIR BARU.
Banyak inovasi besar tidak selalu dimulai dari sebuah produk.
Inovasi dapat berawal dari kemampuan melihat sebuah masalah secara berbeda, mengajukan pertanyaan yang tepat, mengeksplorasi berbagai alternatif solusi, kemudian menghasilkan sebuah gagasan baru yang berpotensi memberikan dampak.
Atas dasar pemikiran tersebut, TENDER INDONESIA bersama FSII – Forum Sinergi Inovasi Industri menyelenggarakan:
Kompetisi ini menjadi wadah untuk mendorong peserta menggunakan CRITICAL THINKING dalam melihat berbagai tantangan transisi energi Indonesia dan kemudian mengembangkan gagasan inovatif sebagai alternatif solusinya.
PENTING:
Peserta TIDAK DIWAJIBKAN telah memiliki produk ataupun prototype.
Inovasi dapat masih berupa:
IDE
CONCEPT
DESIGN
SYSTEM
TECHNOLOGY CONCEPT
ENGINEERING SOLUTION
DIGITAL SOLUTION
BUSINESS MODEL
Yang utama bukan seberapa jauh produk telah dibuat, tetapi seberapa kuat peserta:
MEMAHAMI MASALAH
→ MENGAJUKAN PERTANYAAN
→ MENGEKSPLORASI ALTERNATIF
→ MEMILIH SOLUSI
→ MEMIKIRKAN DAMPAK
Indonesia Energy Transition Innovation Competition 2026 bertujuan:
1. Mendorong Critical Thinking terhadap berbagai tantangan transisi energi Indonesia.
2. Menggali ide dan gagasan inovatif yang berpotensi menjadi solusi.
3. Mendorong peserta melihat sebuah persoalan dari berbagai alternatif penyelesaian.
4. Mengembangkan kemampuan peserta menghubungkan IDE dengan IMPLEMENTATION dan IMPACT.
5. Menumbuhkan generasi inovator yang mampu memberikan kontribusi terhadap masa depan energi Indonesia.
Semangat kompetisi:
THINK
→ QUESTION
→ EXPLORE
→ INNOVATE
→ CREATE IMPACT
Peserta dapat memilih salah satu dari 8 bidang tantangan:
1. EV & EV ECOSYSTEM
Electric Vehicle
Charging Infrastructure
Battery Ecosystem
Supporting Infrastructure
Supply Chain
Digital & Smart Mobility
2. SOLAR ENERGY
Solar PV
Rooftop Solar
Floating Solar
Solar System Integration
Off-Grid & Hybrid System
Supporting Technology
3. ENERGY CONSERVATION
Energy Efficiency
Energy Management
Smart Building
Industrial Efficiency
Energy Optimization
Energy Saving Technology
4. BIO ENERGY
Biomass
Biogas
Biofuel
Agricultural Resources
Bio-based Energy Solution
5. WASTE TO ENERGY
Municipal Waste
Industrial Waste
Agricultural Waste
Waste Conversion Technology
Circular Economy
6. WIND ENERGY
Onshore Wind
Offshore Wind
Wind Turbine Technology
Engineering Solution
Grid Integration
7. BATTERY ENERGY STORAGE
Battery Technology
Battery Energy Storage System (BESS)
Energy Management System
Grid Stability
Energy Storage Ecosystem
8. HYDRO ENERGY
Hydropower
Mini Hydro
Micro Hydro
Pumped Storage
Modernization
Optimization Technology
Kompetisi tidak dimulai dengan pertanyaan:
Tetapi:
Peserta kemudian mengikuti Critical Thinking Framework berikut:
A. GUIDING PROBLEM
Peserta mengidentifikasi masalah nyata yang ingin diselesaikan.
Guiding Questions:
• Apa masalah sebenarnya?
• Siapa yang mengalami masalah tersebut?
• Mengapa masalah tersebut penting?
• Apa akar permasalahannya?
• Apa yang terjadi apabila masalah tersebut tidak diselesaikan?
B. GUIDING QUESTION
Setelah memahami masalah, peserta menyusun pertanyaan kritis yang menjadi dasar pencarian solusi.
Peserta perlu mempertanyakan:
• Apa sebenarnya yang perlu diselesaikan?
• Apa hambatan utama?
• Mengapa solusi yang ada belum cukup?
• Apa yang dapat dilakukan secara berbeda?
Contoh:
“How might we make solar energy more accessible for densely populated urban communities?”
atau:
“How can EV charging infrastructure grow without creating excessive peak electricity demand?”
C. GUIDING ALTERNATIVE SOLUTIONS
Peserta tidak langsung menganggap ide pertama sebagai solusi terbaik.
Peserta didorong mengeksplorasi beberapa kemungkinan.
OPTION A
vs
OPTION B
vs
OPTION C
Peserta kemudian menjelaskan:
• Alternatif apa saja yang mungkin dilakukan?
• Apa kelebihan masing-masing?
• Apa keterbatasannya?
• Alternatif mana yang dipilih?
• Mengapa alternatif tersebut dianggap lebih baik?
D. GUIDING PROPOSED SOLUTION
Setelah mengeksplorasi beberapa alternatif, peserta menentukan gagasan solusi yang diusulkan.
Solusi dapat berupa:
IDE
CONCEPT
DESIGN
SYSTEM
TECHNOLOGY
ENGINEERING SOLUTION
DIGITAL SOLUTION
BUSINESS MODEL
Peserta menjelaskan:
• Apa inovasinya?
• Bagaimana konsep tersebut bekerja?
• Apa yang membedakannya?
• Bagaimana kemungkinan penerapannya?
NO PROTOTYPE REQUIRED.
Produk ataupun prototype bukan persyaratan kompetisi.
E. GUIDING IMPACT
Peserta memperkirakan perubahan atau manfaat yang dapat terjadi apabila solusi tersebut diterapkan.
Dampak dapat berupa:
ENERGY SAVING
COST REDUCTION
CARBON REDUCTION
ENERGY RELIABILITY
ACCESSIBILITY
PRODUCTIVITY
ENVIRONMENTAL IMPACT
SOCIAL IMPACT
INDUSTRIAL DEVELOPMENT
SCALABILITY
Peserta tidak harus memenuhi seluruh aspek.
Yang terpenting adalah mampu menjelaskan:
REAL PROBLEM
↓
GUIDING QUESTION
↓
ALTERNATIVE SOLUTIONS
↓
SELECTED INNOVATION IDEA
↓
POTENTIAL IMPACT
Dengan demikian kompetisi tidak hanya menilai HASIL AKHIR IDE.
Kompetisi juga menilai:
Peserta menyiapkan presentasi MAKSIMAL 6 SLIDE.
SLIDE 1
THE PROBLEM
What is the real problem?
SLIDE 2
THE GUIDING QUESTION
What should we solve?
SLIDE 3
ALTERNATIVE SOLUTIONS
What are the possible solutions?
SLIDE 4
OUR INNOVATION IDEA
What solution do we propose?
SLIDE 5
HOW IT COULD WORK
How could the idea be implemented?
SLIDE 6
THE IMPACT
What difference could it make?
Seluruh proses substansi kompetisi dilaksanakan secara ONLINE.
REGISTRATION & SUBMISSION
↓
ONLINE PRESENTATION
↓
ONLINE JUDGING
↓
WINNER ANNOUNCEMENT
↓
AWARD CEREMONY
Peserta mempresentasikan 6 slide di hadapan panel juri secara online.
Dengan demikian peserta dari berbagai daerah di Indonesia dapat mengikuti kompetisi tanpa harus melakukan perjalanan untuk mengikuti proses penjurian.
Peserta terpilih tidak diwajibkan melakukan presentasi ulang secara offline.
Kehadiran pada Award Ceremony ditujukan untuk:
Dengan demikian:
Total penilaian: 100%
20%
UNDERSTANDING THE PROBLEM
Seberapa baik peserta memahami masalah dan akar persoalannya.
20%
CRITICAL THINKING & GUIDING QUESTION
Seberapa tajam pertanyaan yang dibangun dari persoalan tersebut.
20%
ALTERNATIVE SOLUTION EXPLORATION
Seberapa baik peserta mengeksplorasi dan membandingkan beberapa kemungkinan solusi.
20%
INNOVATION & ORIGINALITY
Seberapa menarik, berbeda dan inovatif gagasan yang diusulkan.
20%
POTENTIAL IMPACT
Seberapa besar potensi manfaat dan dampak apabila gagasan tersebut dapat diterapkan.
Kompetisi ini TIDAK mencari siapa yang memiliki laboratorium terbesar.
Kompetisi ini juga TIDAK mencari siapa yang telah mempunyai produk paling siap.
Yang dicari adalah:
Karena itu:
NO PRODUCT REQUIRED.
NO PROTOTYPE REQUIRED.
Kompetisi dapat diikuti oleh:
Peserta dapat mengikuti secara individu maupun tim sesuai ketentuan panitia.
Peserta terpilih akan memperoleh:
MEDAL
CERTIFICATE OF RECOGNITION
RECOGNITION & EXPOSURE
NETWORKING OPPORTUNITY
Peluang untuk diperkenalkan kepada ekosistem industri, teknologi dan energi sesuai relevansi inovasinya.
Transisi energi Indonesia membutuhkan teknologi.
Tetapi sebelum teknologi lahir, dibutuhkan manusia yang mampu melihat masalah dan memikirkan solusi.
Karena itu Indonesia Energy Transition Innovation Competition 2026 tidak dimulai dari:
Tetapi dari:
THINK THE PROBLEM
↓
ASK THE RIGHT QUESTION
↓
EXPLORE THE ALTERNATIVES
↓
CREATE THE SOLUTION
↓
IMAGINE THE IMPACT
INDONESIA ENERGY TRANSITION
INNOVATION COMPETITION 2026
CRITICAL THINKING • INNOVATION • REAL IMPACT
FROM CRITICAL THINKING
TO ENERGY INNOVATION.